REVIEW NOVEL
ELANG
Penulis : Kirana Kejora
Penerbit : Almira Management
Isbn : 9789791561228
Halaman : 300 Halaman
Blurb
Operasi memberi energi nama sepasang nama bayi lelalki kembar fraternal ( non identik ). Elang Timur ilmuwan sejati begitu nasionalis selama hidup di Timika dan Agats menjadi bapak asuh anak-anak Asmat di bumi Papua dengan segala riset yang dilematis , mengeksplorasi dan mengeksploitasi negeri sendiri untuk negeri asing, dan Elang Laut, penyair sejati bukan hanya menulis syair anggur dan rembulan setia kepada pilihan memilih kewajaran hidup, jalan hidup yang sunyi, memotret "etalase kemiskinan" di Gili Meno Lombok... sebuah kesalahan atau kebenaran cinta sejati? Ketika mereka berseteru menjatuhkan cinta pada Kejora, peeempuanbyang sebenarnya telah begitu dalam melukai mereka di masa lalu, menikah dengan lelaki lain dan bercerai karena menolak berada dalam sampan madu.
"Ketika seeokor elang telah berusia 40 tahun dia harus memilih... menunggu kematian atau 150 hari bertapa dengan kesakitan yang amat sangat di puncak gunung... mematukkan paruhnya ke batu karang hingga lepas, menunggu paruh barunya tumbuh, dia akan mencabuti bulu-bulu di sekujur tubuhnya, 5 bulan kemudian dia akan bisa kembali terbang melanjutkan hidup baru untuk 30 tahun ke depan"
Elang, sebuah novel karya dari Kirana Kejora, novel yang mengisahkan perjalanan cinta dua orang kakak beradik yang terlahir kembar, Elang Timur dan Elang Laut, mereka berdua berusaha merebut hati seorang wanita yang bernama Kejora, perjalanan yang cinta yang begitu rumit karena Kejora harus lebih dulu menikah seorang lelaki pilihan orang tuanya.walaupun akhirnya mereka bercerai karena Kejora tidak mau hidup dimadu.
"Berbanggalah kalian sebagai orang Papua yang tidak pernah mengemis di atas tanahnya yang kaya raya" ( hal.69 )
Kalimat bijak salah satu pejuang Papua John S. Mambo, yang diucapkan Timur kepada dirinya sendiri sambil menatap keceriaan anak-anak asuhnya.
Elang, ditulis dengan menggunakan alur campuran namun tidak membingungkan, menggunakan sudut pandang orang ketiga, bahasa yang digunakan pun sangat ringan sehingga mudah dipahami.
Aku suka sekali dengan novel ini, banyak kejutan-kejutan di dalamnya, endingnya pun sangat mengejutkan dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Novel ini cocok untuk Anda yang suka dengan cerita-cerita ringan namun di dalamnya penuh dengan makna dan pengetahuan.
#ngereadkuy
#kmc8
"Berbanggalah kalian sebagai orang Papua yang tidak pernah mengemis di atas tanahnya yang kaya raya" ( hal.69 )
Kalimat bijak salah satu pejuang Papua John S. Mambo, yang diucapkan Timur kepada dirinya sendiri sambil menatap keceriaan anak-anak asuhnya.
Elang, ditulis dengan menggunakan alur campuran namun tidak membingungkan, menggunakan sudut pandang orang ketiga, bahasa yang digunakan pun sangat ringan sehingga mudah dipahami.
Aku suka sekali dengan novel ini, banyak kejutan-kejutan di dalamnya, endingnya pun sangat mengejutkan dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Novel ini cocok untuk Anda yang suka dengan cerita-cerita ringan namun di dalamnya penuh dengan makna dan pengetahuan.
#ngereadkuy
#kmc8





No comments:
Post a Comment