7 KEUNIKAN RAMADAN DI NEGARA SEKULER TURKI
Ayubith
May 20, 2019
1 Comments
Bulan ramadan adalah bulan istimewa dari sebelas bulan lainnya, di mana pada bulan ini umat muslim di belahan dunia berlomba-lomba mengejar pahala.
Sebagai negara peninggalan jejak khilafah yang telah berpadu dengan modernisasi, ramadan di Turki tentu berbeda dengan ramadan yang ada di Indonesia.
Berikut berbagi ulasan tentang keunikan ramadan dari negara asal kebab ini :
1. Sahur
Di negara Turki ada kebiasaan tersendiri ketika membangunkan sahur, mereka memberi nama devulcu, sekelompok orang yang akan berkeliling dari lorong kelorong untuk membangunkan sahur dengan memukul davul alat musik yang berbentuk seperti drum, dan yang membuat lain dari pada di Indonesia adalah tidak adanya anak-anak yang ikut menyertai yang meneriakkan kata sahur. dan biasanya para warga akan memberikan uang sebagai tanda terima kasih.
2. Iftar
Di negara Turki Anda tidak akan menemukan penjual-penjual takjil seperti halnya di Indonesia, akan tetapi walaupun demikian Anda tidak akan kesusahan untuk mendapatkan menu berbuka karena Anda akan kebanjiran undangan untuk buka puasa bersama.
Turki memang terkenal dengan sifat dermawan dan suka bersedekah oleh karena itu pada bulan ramadan mereka akan berlomba-lomba untuk menyediakan makanan untuk orang yang berpuasa. Dan pada jadwal-jadwal tertentu makanan berbuka juga disediakan oleh pemerintah.
3. Makanan berbuka
Kalau di Indonesia biasanya orang cenderung menghindari makanan berat untuk berbuka puasa, berbanding jauh dengan Turki yang memilih makanan berat pada tahapan awal untuk menu berbuka puasa seperti kebab, nasi dan olahan roti lainnya yang didukung dengan minuman seperti jus dan air mineral. Nah pada tahapan kedua barulah mereka akan menyuguhkan makanan-makanan manis seperti kunefe, ice cream atau jenis kue-kue kering lainnya yang cocok dimakan dengan teh hangat. Untuk penutup mereka menyuguhkan buah-buahan sebagai pencuci mulut.
4. Keunikan di malam hari pada bulan ramadan
Seperti pada umumnya diberbagai negara, pada bulan ramadan masjid-masjid akan penuh dengan jamaah yang akan melaksanakan sholat tarawih dan witir.
Namun yang menarik di sini adalah menara yang menjadi ciri khas Turki akan menyalakan lampu sepanjang malam dibulan ramadan. karena pada malam selain ramadan lampu tersebut hanya menyala khusus pada malam jumat saja yang disertai dengan lantunan sholawat sebelum azan isya dan subuh.
Diantara tiang menara dipasang tulisan penyambutan bulan ramadan dan dipasang selama tiga puluh hari dan menyala pada malam harinya. Tarawih dan witir dilaksanakan 23 rakaat dengan witir, pembacaan surah al-fatihah dibaca satu nafas yang kemudian dilanjutkan dengan satu sampai dua ayat dari surah-surah dan dibaca secara satu nafas juga.
5.Perbedaan waktu
Seperti negara-negara eropa pada umumnya, bulan ramadan di Turki kali ini datang tepat pada musim panas yang menjadikan hari-hari lebih panjang dari pada malam. Waktu imsak yang dimulai pada pukul 03,30 dan berbuka puasa pada pukul 21.00 Sehingga membuat puasa yang dijalankan Lebih panjang dari Indonesia yakni 14 jam.
6. Malam lailatur qodar
Berbeda dengan Indonesia, di Turki malam lailatul qodar sudah ditentukan dengan penghitungan sendiri, dan penyambutan dilakukan pada malam tersebut dengan mendirikan qiyamul lail yang diisi dengan sholat tasbih, tadarus alquran dan zikir sampai pagi.
7. Tempat makan buka 24 jam
Di Turki tidak ada pengecualian untuk bulan ramadan, tidak ada larangan dalam hal penjualan makanan, cafe-cafe dan restoran tetap beroperasi seperti biasa, sehingga orang yang tidak berpuasa bebas makan kapan saja.
Akan tetapi yang paling menarik adalah Anda akan menemukan pemilik restoran yang membuka restorannya walaupun ia tengah berpuasa, Anda juga akan menemukan peminum bir satu meja dengan muslim yang sedang berbuka puasa, dan semua itu hanya ada di negara sekuler Turki.
Bagaimana menarik bukan?

















