Review novel
Disonansi
Judul : Disonansi
Penulis : Edith PS
Editor : Irna permanasari
Ilustrator : Orkha kreative
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Isbn : 978.602.03.1779
Tebal : 248 hlm. 28cm
Terbit : 2015
"Disonansi dalam teori Disonansi Kognitif adalah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidak nyamanan itu"
Disonansi, menceritakan tentang kehidupan seorang wanita bernama Rinjani yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang mendiang suaminya. Setiap langkahnya,bahkan saat ia memejamkan mata wajah sang suami sslalu hadir.
Rasa kehilangan yang begitu mendalam membuat dirinya tidak mampu membuka hati untuk orang lain. Hingga suatu hari ia dikenalkan dengan olahraga lagi oleh Abbas teman sekantornya.
Bermula dari olahraga lari itulah perlahan-lahan ia mampu menepis sedikit rasa kehilangannya. Di olah raga pagi itu pula ia dipertemukan dengan Oktober Banyu seorang pelari juga penulis.
Awal beli buku ini karena penasaran dengan judulnya, tapi akhirnya selama hampir setahun buku ini hanya menjadi penghuni rak buku. Buku saya lirik untuk dibaca karena ada event book tour yang diharuskan untuk mereview sebuah novel, dari pada baca ebook akhirnya pilihan jatuh pada buku Disonansi ini.
Alur cerita dalam novel ini menggunakan alur campuran, pada bab awal sempat dibuat bingung karena perpindahan waktu cerita begitu cepat dari kehilangan sebuah layang-layang tiba-tiba penulis menyebutkan Andre suami Rinjani adalah miliknya yang paling ia jaga.
Sempat ngerasa bosan juga bacanya karena setiap penulis bercerita ujung-ujungnya ternyata Rinjani hanya berkhayal, tapi karena tugasnya harus mereview akhirnya dibaca sampai akhir. Tapi dipertengahan cerita penulis memberikan cerita yang mampu sedikit mengundang rasa penasaran.
Novel ini bergenre metropop, secara utuh cerita ini memang mengangkat sisi kehidupan urban menengah yang tinggal di perkotaan dengan segala sisi kehidupannya. Karena di dalam cerita ini juga ada Abbas teman sekantor Rinjani yang mempunyai pacar yang bekerja di KPK sekaligus anak seorang koruptor, Okto seorang pelari dan juga seorang penulis, lelaki yang akhirnya mampu memberikan kenyamanan pada Rinjani.
Dalam cerita ini penulis juga menceritakan tentang sejarah lari, tidak lepas dari bumbu-bumbu percintaannya, khusus untuk kisah percintaannya penulis menuliskannya secara halus. Ada satu kutipannya yang saya suka
"Cinta itu egois, kita akan mencintai lebih banyak jika cinta itu semakin menjauhkan kita dari rasa sakit"
Dan yang saya suka dari cerita ini adalah happy ending.
Rating pribadi : 6/10
Saturday, 9 November 2019
Book tour week 1
by
Ayubith
on
November 09, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





Wah. Saya menemukan saltik.😶
ReplyDeleteDan saya juga suka kutipan dari novel tersebut.
Harus baca Quote nya 2x 😅 tapi aku suka
ReplyDelete